Kamis, 27 Februari 2014

Sandara Park 2Ne1

Sandara Park adalah aktris terkenaldi Korea Selatan dan pernah di Filipina, dia menetap disana selama 8 tahun. Berikut fakta dan profil Sandara Park.

Fakta Sandara Park
  • Dara beragama kristen
  • Hobi Dara adalah internetan dan musik
  • Dara menguasai bahasa Cina (mandarin), Inggris dan Tagalog
  • Dara merupakan aktris yang sangat terkenal di Filipina, Dara telah banyak membintangi serial TV disana
  • Dara memulai debutnya sebagai aktris pada tahun 2004, dan sebagai penyanyi di 2NE1 pada tahun 2009 di SBS Inkigayo
  • Keluarga Dara pindah ke kota Pasay, Filipina saat dia berumur 11 tahun
  • Dara adalah kakak kandung dari Park Sang Hyun (Thunder) member group boyband MBLAQ
  • Dara pernah digosipkan berkencan dengan G-Dragon Big Bang
Profil Sandara Park
Nama : Dara
Nama Asli : Sandara Park
Posisi di group : Vokalis
Tanggal Lahir : 12 November 1984
Tempat Lahir : Busan, Korea Selatan
Tinggi : 162 cm
Berat : 40 kg
Golongan Darah : A
Zodiak : Scorpio
Agensi : YG Entertainment

Serial TV
Korea
  • Drama Style (SBS, 2009) Figuran
  • The Return of Iljimae (MBC, 2009)
Filipina
  • Star Magic Presents: Abt Ur Luv (ABS-CBN, 2006)
  • Star Magic Presents: Bongga (ABS-CBN, 2006)
  • Crazy for You (ABS-CBN, 2006)
  • Komiks: Machete (ABS-CBN, 2006)
  • Maalaala Mo Kaya (ABS-CBN, 2005)
  • SCQ Reload: Kilig Ako! (ABS-CBN, 2005)
  • Krystala (ABS-CBN, 2004)
  • SCQ Reload: OK Ako! (ABS-CBN, 2004)
Film
  • Girlfriends (2009) Figuran
  • Super Noypi (Regal Films, 2007)
  • D 'Lucky Ones (2006)
  • Can This Be Love (2005)
  • Bcuz Of U (2004)
  • Volta (Star Cinema, 2004) Figuran
Program TV
  • 2NE1 TV (Mnet, 2010)
  • 2NE1 TV (Mnet, 2009)
  • Voltes V (Tagalog Dubbed) (Hero, 2006)
  • Nuts Entertainment (GMA7, 2006)
  • Gudtaym (ABS-CBN, 2006)
  • O-Ha! (TV5, 2006)
  • Farewell Lovers : A Lover in Paris Special (2005)
  • My Name is Sandara Park (KBS, 2004)
  • ASAP Fanatic (ABS-CBN, 2004)
  • Sandara's Romance [4] (ABS-CBN, 2004)
  • Star Circle Quest (ABS-CBN, 2004)
Iklan
  • Nikon (2011)
  • Etude - miss tangerine (2011)
  • Aloha Girl
  • LG Lollipop CYON with Big Bang (2009)
  • cosmetic Maxipeel
  • Rejoice Conditioner
  • Canon Camera
  • Cass (With Lee Min Ho)

King of OST. Kim Jong woon ^^

         
   Yesung merupakan salah seorang member Super Junior, dan salah satu dari tiga vokalis utama di group tersebut. Tidak diragukan lagi, Yesung memang memiliki suara yang bisa dikatakan lebih baik daripada member Suju lainnya. Untuk itu juga pria yang bernama asli Kim Jong Woon ini memakai nama panggung Yesung yang artinya “suara seni” (*atau orang-orang sering mengatakannya “pita suara seorang artis”). Lalu pada postingan kali ini Korean Maniac bermaksud membahas tentang pria bersuara indah ini dengan membeberkan fakta menarik, profil serta serial televisi yang pernah menampilkan wajahnya. silahkan dibaca.


Fakta YesungWarna favorit Yesung adalah merahAktris Moon Geun Young adalah tipe wanita ideal Yesung (aku rasa karena mirip dengannya *read : parasnya)Musim favorit Yesung adalah musim gugurSalah satu kebiasaan Yesung adalah menggigit kuku (*oh that’s really me)Yesung memiliki 3 ekor kura-kura bernama : ttangkoma, ttangkko, dan ttangkominhYesung juga memiliki seekor anjing bernama kkomingYesung terkadang berperilaku seperti anak kecilYesung hobi mengoleksi CD dan DVDYesung mengaku bahwa hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupnya adalah menjadi member Super JuniorMoto hidup Yesung adalah “Keluarga adalah yang paling penting’Sesuatu yang paling berharga dalam hidup Yesung adalah keluarga dan Super JuniorSaat hujan, Yesung berubah menjadi seorang yang melankolisYesung pernah dilarikan kerumah sakit karena pingsan setelah berjalan 70 mil dalam acara marathonYesung adalah pembawa acara di radio dalam program “Miracle”Yesung tergabung ke dalam Super Junior, Super Junior KRY, dan Super Junior Happy

Profil YesungNama : YesungNama Asli : Kim Jong WoonPosisi di group : Vokalis Utama (Lead Vocal)Tanggal Lahir : 24 Agustus 1984Tempat Lahir : Cheonan, Chungcheong Selatan, Korea SelatanTinggi : 178 cmBerat : 64 kgGolongan Darah : ABZodiak : VirgoAgama : KatolikAgensi : SM EntertainmentTwitter : http://twitter.com/#!/shfly3424

Senyum di Awal Pertemuan

Riyanti biasa aku dipanggil , aku duduk di kelas 9 salah satu SMP  di Jakarta. Aku memiliki teman, aku sering memanggilnya Nur Fadhillah,  Nur Fadhillah sama denganku sama-sama duduk di kelas 9, tetapi sekolahnya dangan sekolahku berbeda. Nur Fadhillah  adalah orang yang aku sukai sejak kelas 3 SD, namun ketika aku duduk di kelas 7, aku benar-benar putus komunikasi dengannya. Aku mulai dekat dengannya lagi semenjak temanku mengenalkan Nur Fadhillah  kepadaku, semenjak itulah aku mulai dekat dengannya lagi, sempat pacaran walaupun hanya sebentar.
Aku senang kalau aku mengingat saat aku dekat dengan Nur Fadhillah. Pada waktu itu tanggal 10 Oktober 2012, Thia temanku sedang bersamaku, aku dan Thia sedang menjenguk guru kami yang baru saja melahirkan, disaat itulah Thia mengenalkan Nur Fadhillah kepadaku. Dari situ pulalah aku dan Nur Fadhillah kembali dekat setelah satu tahun tidak komunikasi. Awalnya canggung sekali, karena aku dan Nur Fadhillah  benar-benar  baru berkenalan, seperti empat tahun yang lalu. Aku dan Nur Fadhillah saling mengirim pesan singkat, hingga beberapa saat kemudian  Nur Fadhillah  mengutarakan perasaannya kepadaku” aku  suka sama kamu, kamu  mau gak menjadi kekasihku?”, tanpa pikir panjang aku pun menerima Nur Fadhillah  “iya, aku mau menjadi kekasih mu”. Hari itu sangat indah bagiku dan baginya mungkin.
Setelah satu bulan berlalu aku dan Nur Fadhillah  pun bersepakat untuk mengakhiri hubunganku dengan Nur Fadhillah. Sedih, tetapi itu sudah keputusan aku dengannya. Hubungan Nur Fadhillah dan aku berakhir, karena aku dan Nur Fadhillah masih belum bisa melupakan masa lalu kami berdua. Setelah hubungan Nur Fadhillah denganku berakhir, kedekatan  aku dengan Nur Fadhillah pun kembali seperti biasa, sehingga jarang  untuk berkomunikasi.
Setelah sekian lama, akhirnya Nur Fadhillah  mengirimkan pesan singkat untuk ku “Riyanti?”. Awalnya aku tidak tahu siapa yang mengirimkan pesan untukku, aku bertanya kepada Thia “Thia, kamu tahu tidak ini nomer telepon siapa?”, tidak lama kemudian telpon genggamku menyala. Ternyata ada balasan dari Thia, thia menjawab “aku tau Ri, itu nomernya Nur Fadhillah” aku bingung dan sangat terkejut. Senang perasaanku ketika Thia menjawab seperti itu, tidak percaya memang, tetapi itu sudah nyata bahwa Nur Fadhillah yang mengirimkan pesan itu untukku. Aku  sesegera mungkin membalas pesan dari orang  yang ternyata Nur Fadhillah, “iya? Apa benar ini Nur Fadhillah?”.
Siang pun berganti malam, pada saat aku ingin mengambil air wudhu telpon genggamku berbunyi, aku pun segera berlali ke kamar untuk melihat siapa yang mengirim pesan untukku,  dengan santai aku membuka pesan itu. Dan ternyata pesan itu dari Nur Fadhillah, pesan itu berisi “iya Ri, ini aku Nur Fadhillah. Kamu apa kabar Ri?”, aku berteriak-teriak di kamar kegirangan. Mungkin ini yang dibilang cinta lama bersemi kembali. Aku membalas pesan dari Ulhaq “aku baik Dhil, kamu?” . aku melanjutkan niatku untuk mengambil air wudhu dan segera melaksanakan sholat magrib. Setelah aku selesai sholat, telepon genggamku menyala lagi, tapi aku abaikan telpon ku, dan melanjutkan langkahku untuk mengambil buku yang ada di lemari bukuku, tanpa memperdulikan telpon genggam ku yang sedang menyala.
Tiga jam berlalu aku mulai merasakan kantuk yang sangat berat, aku pun segera merapikan buku yang telah aku pelajari tadi. Aku sebenarnya berniat untuk sholat isya, tetapi rasanya sangat malas untuk melaksanakannya. Aku pun duduk di tempat tidurku dengan telpon genggam yang berada di kananku. Aku baru ingat, kalau telpon genggamku tadi ada pesan. Aku segera mengambil telponku, lalu aku segera membuka pesan itu. Ada lima pesan yang belum ku baca, ternyata pesan itu semuanya dari Nur Fadhillah, pesan itu berisi “Riyanti?”, ”kamu lagi apa?”, “Riyanti?”, “Hy”, “malam”. Aku bingung mau balas apa, aku pun membalas pesan dari Nur Fadhillah.
Aku membalas “iya,Dhil? Maaf habis belajar.”
“oh, maaf ya mengganggu mu.” Nur Fadhillah membalas pesanku lagi.
“iya, tidak mengganggu kok. Kamu sendiri sedang apa?” Balas aku.
“aku sedang menunggu pesanmu.Riyanti, kamu jangan terbang ya.” Balasnya.
Aku senang saat hubunganku dengan Nur Fadhillah kembali seperti dulu, ya walaupun tidak semanis awal bertemu. Satu tahun berlalu semakin lama aku dengannya semakin dekat, ya memang Nur Fadhillah pada saat itu sudah berganti-ganti pasangan. Pada tanggal 8 September aku mulai akrab lagi dengannya. Nur Fadhillah, ya bukan Nur Fadhillah namanya kalo tidak bikin aku cemburu. Pada waktu itu Nur Fadhillah berenang bareng sama Tami, malamnya Nur Fadhillah mengirimkan pesan kepadaku, isinya “Riyanti tadi aku berenang barsama-sama Tami”. Disitu tergambar bahwa Nur Fadhillah senang bertemu kembali dengan masalalunya yang menurutnya sangat indah.
Dia mengirim pesan seperti ini “Riyanti, kamu mau berenang tidak?”
“Tidak, Dhill.” Jawabku.
“Mengapa?” dia membalas pesan dariku.
Aku menjawab “aku tidak bisa renang,Dhill.”
“akan aku ajari, agar kamu bisa” jawab Nur Fadhillah dengan lembut
Nur Fadhillah baik dan menurutku dia juga perhatian. Dia juga terkadang sangat menyebalkan. Entah kenapa, Nur Fadhillah sering jutek dan tidak peduli denganku. Pada Senin tepatnya tanggal 9 September aku tidak masuk sekolah, karna aku sakit. Pada malamnya aku hendak mengambil jadwal pelajaran baru di rumah temanku yang jjaraknya lumayan jauh dari rumahku. Kebetulan Nur Fadhillah sedang tidak sibuk saat itu, aku memintanya untuk mengantarku ke rumah Anggraeni.
Aku bilang “Dhill, bisa antar aku tidak?”
“kemana?” Tanya Nur Fadhillah.
“ke rumah Anggraeni,Dhill. Aku mau ambil jadwal baru, tadi aku tidak masuk sekolah jadi dititipkan di Anggraeni”. Jawabku.
“yaudah, tunggu aku.” Jawabnya ramah.
“iya, aku tunggu kamu di dekat rumahku.” Jawabku agak deg-degan, maklum saja aku baru pertama kali jalan bersamanya.
“aku sudah sampai villa”. Bilangnya.
“ya sudah, aku sudah di dekat rumahku.” Jawabku.
Sesampainya aku di dekat rumahku, aku berdiri menunggunya dengan perasaan yang entah gimana, pokoknya campur aduk semua. Tidak terlalu lama berselang, Nur Fadhillah tiba dengan mengendarai sepeda motor(Yamaha mio) berwarna merah. Disitulah aku bingung harus berkata apa padanya.
“kerumah Anggraeni kan?” tanyanya padaku.
“iya, kamu tahukan rumahnya?” berbalik tanya pdanya.
“tahu kok. Ayo cepat naik.” Katanya padaku.
Sepanjang perjalanan ke rumah Anggraeni aku dan Nur Fadhillah hanya diam tanpa ada kata yang keluar dari mulut kami. Sedikit lagi sampai Nur Fadhillah bertanya padaku “rumahnya belok ke kanan kan?” aku menjawab “iya, kamu tunggu depan saja.” Nur Fadhillah berkata “tidak usah, aku masuk saja”, aku pun sesegera mungkin turun dan berjalan tidak jauh untuk menghampiri rumah anggraeni.
“assalamu’alaikum, Anggraeni?” aku memanggil dengan tangan yang mengetuk pintu rumah Anggraeni.
“iya, wa’alaikumsalam. Masuk Riyanti, Anggraeninya didalam.” Terdengar suara dari dalam.
Tidak lama kemudian Anggraeni keluar dengan membawa jadwal di tangannya. Ia berkata “nih jadwalnya, yang diganti hanya hari jum’at. Kamu sama siapa Ri?”
“sama Nur Fadhillah.” Terlukis senyum merona di wajahku.
“hah? Serius? Ko bisa?” Anggraeni menjawab dengan rona muka terkejut.
“aku pulang dulu ya. Terima kasih.” Aku berkata dengan wajah yang berseri.
“iya hati-hati di jalan ya, Ri” Anggraeni berkata.
Aku segera menghampiri motor yang tidak jauh dari posisi yang aku tempati saat ini. Aku segera naik. “sudah?” Nur Fadhillah berkata. “sudah kok.” Jawab ku, di perjalanan Nur Fadhillah bertanya padaku “mau kemana lagi?”, aku menjawab “terserah kamu”. Disebuah warung es Nur Fadhillah menghentikan motornya dan ia berkata “mau beli es,Ri?”, aku hanya menjawab “terserah,Dhill. Aku terserah kamu aja.”
Setelah itu aku dan Nur Fadhillah segera melanjutkan perjalanan ke rumah. Sampailah aku di depan rumahku. Aku hanya berkata “makasih ya,Dhill. Hati-hati di jalan.”. “iya, sama-sama.” Nur Fadhillah menjawab. Tidak lama sesampainya aku di rumah, air hujan pun menetes semakin deras. Aku segera masuk kamar dan mengirim pesan untuk Nur Fadhillah “sudah sampai rumah?”, Nur Fadhillah menjawab “belum, aku kehujanan dan sekarang aku ada di indomart.”.
 Aku cemas membaca pesan darinya, karna memang Nur Fadhillah baru sembuh. Aku berkata “kalau sudah sampai rumah ganti baju langsung, agar kamu tidak sakit.” Tidak lama Nur Fadhillah membalas pesanku, Nur Fadhillah berkata “iya, aku sudah sampai rumah. Aku deg-degan saat jalan denganmu.”, lalu aku membalas “iya,Dhill. Aku juga merasakan hal yang sama denganmu.”

Keesokan harinya, Nur Fadhillah sama sekali tidak membalas pesanku. Aku khawatir dengan keadaannya, jujur aku sangat khawatir dengan keadaannya kalau dia tidak membalas pesan dariku. Aku sangat takut kehilangannya, aku seperti ini karna aku menyayanginya. Entah apa yang membuat aku setia untuk menyayanginya, aku hanya berfikir kalau dia adalah seseorang yang aku cari. Aku bahkan rela menunggunya, hingga dia membuka hatinya lagi untukku. Aku hanya berdo’a agar suatu saat nanti aku akan dipertemukan untuk bersamanya hingga nanti.